Magister PGMI UIN SAIZU Purwokerto: Sukseskan Mukernas ke 12 Tahun 2026 PD-PGMII Indonesia dan evaluasi Kurikulum PGMI Nasional

Malang 26 Juni 2026 bertempat di Ariagajahyana Hotel Prodi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN SAIZU Purwokerto diwakili oleh sekretaris Prodi MPGMI Dr. Layla Mardliyah, M. Pd. hadir dalam Musayawarah Kerja nasional 12 tahun 2026  PD-PGMI Indonesia. Pada momen Mukernas ini salah satu sessi membahas tentang  Evaluasi Kurikulum PGMI. Dr. Ahwy Oktradiksa, M.Pd.I selaku Sekretaris Umum  asosiasi PD-PGMI Indonesia menyatakan bahwa “PD PGMI Indonesia memandang evaluasi kurikulum sebagai kebutuhan strategis untuk menjaga kualitas pendidikan calon guru madrasah ibtidaiyah. Workshop ini menjadi wadah bersama bagi program studi PGMI di seluruh Indonesia untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan kebijakan pendidikan, tuntutan akreditasi, kebutuhan dunia kerja, serta penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE), sehingga lulusan PGMI memiliki daya saing nasional maupun global”.  Evaluasi kurikulum  Ini merupakan salah satu sessi dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh asosiasi PD-PGMI Indonesia dimulai pada tanggal 25 sampai 27 Juli tahun 2026.

Hadir sebagai narasumber dalam sessi ini adalah Prof. Dr. Fauzan, MA Prof. Widya Kamila Achmad, S.Pd. M.Pd. dan Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I.  Materi pemantik sessi evaluasi kurikukum didahulu dengan pemaparan Prof. Widya Kamila Achmad, S.Pd. M.Pd dengan pemaparan tentang “Analisis Komparatif Kurikulum PGMI dan PGSD” sebagai  situasi yang menggambarkan masih adanya dikotomi antara lulusan dari PTKIN (PGMI ) dan PTN (PGSD) yang pada dasarnya keduanya adalah sama dan saling bersinergi dalam menyiapkan SDM pada pendidikan dasar lebih lanjut disampaikan bahwa PGMI dan PGSD adalah dua jalur satu tujuan. Pgmi berbasis keislaman. PGSD berbasis pendidikan umum.

Evaluasi kurikulum disampaikan oleh Prof. Dr. Fauzan, MA yang memaparkan pentingnya program studi melakukan evaluasi kurikulum, dan pada saat sesuai dengan mandat Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025. Ada 3 hal urgensi dari evaluasi kurikulum prodi yakni ; PT Melakukan evaluasi  terhadapd proses pembelajaran. Evaluasi mencakup : a. Aktivitas pembelajaran pada setiap angkatan. B. Jumlah mahasiswa aktif pada setiap  angkatan. C. Masa tempuh kurikulum. D masa penyelesaian studi mhsw. E. Tingkat serapan dunia kerja, kemudian PT menggunakan hasil evaluasi untuk memperbaiki  dan meningkatkan proses pembelajraan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I dalam pemaparannya menyampaikan bahwa asosiasi PD PGMI Indonesia juga merespon cepat  dalam kebijakan kurikulum yang ada di Indonesia dengan menyusun kurikulum PGMI dari jenjang S1, S2 dan S3 sebagaimana kurikulum yang berlaku.

Sessi evaluasi kurikulum ini diikuti dengan kajian keilmuan kekhasan program studi PGMI dari semua jenjang dari S1, S2 dan S3 dengan melibatkan dosen-dosen yang  relevan dengan keilmuan PGMI.  Penyusunan kurikulum untuk jenjang magister dan Doktor juga menjadi bagian penting yang dibahas oleh ketua dan sekretaris Prodi PGMI di pasacasarjana yang hadir  dengan mendasarkan pad BOK yang telah dibuat dari hasil munas sebelumnya dan di sesuaikan dengan kebijaan terbaru yakni Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.

Kegiatan yang diikuti oelh 120 peserta dari berbagai perguruan tinggi baik PTKIN maupun PTN ini  hingga dihasilkan implementasi dan pengembangan Body Of Knowledge keilmuan prodi PGMI yang selaras dengan apa yang dihasilkan dari munas sebelumnya dan diselaraskan dengan kebijakan terbaru kaitannya dengan standar penyelenggaraan pendidikan tinggi terutama dalam kegiatan pembelajaran .

Leave a Reply