Naqiyah Pimpin Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Pesantren di Desa Grumbul, Banyumas

Banyumas – Prof. Naqiyah dari IAIN Purwokerto memimpin program pengabdian masyarakat yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren di Desa Grumbul, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Program ini bertujuan mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan keterampilan ekonomi, kesadaran bisnis, serta penguatan spiritual dan agama warga.

Prof. Naqiyah menjelaskan bahwa masyarakat Grumbul sebagian besar memiliki penghasilan di bawah standar minimum lokal dan belum optimal memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Banyak warga yang menggantungkan hidup dari pertanian, perikanan, dan peternakan, namun praktik tradisional mereka masih belum efisien. Dengan pendekatan Pesantren-Based Economic Empowerment, warga diajak mengintegrasikan perikanan, pertanian, dan peternakan secara terpadu dengan memanfaatkan Azolla microphylla sebagai pakan ikan dan pupuk alami.

Metode yang digunakan mencakup Participatory Rural Appraisal (PRA), Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan analisis sustainable livelihood. Prof. Naqiyah bertindak sebagai fasilitator yang membimbing masyarakat untuk mengenali potensi mereka, menyusun prioritas kegiatan, dan mengambil keputusan secara partisipatif. Selain itu, pesantren Darul Qur’anul Karim turut berperan sebagai pusat penguatan agama dan pembelajaran bagi masyarakat sekitar, meningkatkan spiritual dan disiplin beragama warga.

Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan warga dalam pengelolaan sumber daya alam dan usaha mereka, terlihat dari peningkatan hasil perikanan, efisiensi penggunaan lahan, dan praktik pertanian terpadu. Tidak hanya itu, partisipasi dalam kegiatan pesantren membuat warga lebih rutin dalam praktik keagamaan, sekaligus menurunkan angka perilaku negatif seperti prostitusi dan kenakalan.

“Pendekatan multidimensional, yaitu menggabungkan keterampilan ekonomi, pendidikan, dan spiritual, telah mengubah pola pikir warga. Mereka kini lebih sadar akan potensi diri dan sumber daya sekitar, sehingga mampu memberdayakan diri sendiri dan komunitasnya,” ungkap Prof. Naqiyah.

Program ini juga melibatkan berbagai pihak sebagai stakeholder, termasuk LPPM Universitas Soedirman, kelompok tani Sumbang, dan pesantren Darul Qur’anul Karim, yang mendampingi masyarakat secara teknis maupun sosial. Prof. Naqiyah menekankan pentingnya kolaborasi ini agar pemberdayaan ekonomi berkelanjutan dapat tercapai.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan ekonomi, spiritualitas, dan partisipasi masyarakat. Prof. Naqiyah berharap model pemberdayaan ini dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki potensi sumber daya alam namun masih rentan terhadap kemiskinan.

“Tujuan kami adalah membangun masyarakat mandiri yang mampu mengoptimalkan aset alam dan spiritual mereka secara berkelanjutan, sehingga kemiskinan dapat diatasi secara holistik,” kata Prof. Naqiyah.