
Purwokerto, 17 September 2026 – Ada pesan penting yang disampaikan Direktur Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag., dalam Workshop Penyusunan Borang Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI). Bagi beliau, keberhasilan sebuah pekerjaan tidak hanya diukur dari hasil yang tampak secara administratif, tetapi juga dari nilai-nilai yang melandasi proses seseorang dalam menjalankan amanah.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu tersebut, Prof. Roqib mengajarkan bahwa penyusunan borang akreditasi bukan sekadar menyusun dokumen, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga mutu dan menunjukkan kesungguhan lembaga dalam memberikan layanan pendidikan terbaik.
Prof. Roqib kemudian memperkenalkan sebuah prinsip yang menggambarkan nilai-nilai integritas kerja, yaitu “Nita Cinta Ika”. Ungkapan tersebut merupakan rangkaian nilai yang terdiri atas Niat, Ikhlas, Taat, Cinta, Ilmu, Tabah, Ikhtiar, Kesederhanaan, dan Amal Shalih.
Bagi Prof. Roqib, niat menjadi titik awal dari setiap pekerjaan. Sebuah tugas yang dilaksanakan dengan niat yang baik akan memiliki arah dan makna yang lebih luas. Tidak berhenti pada penyelesaian kewajiban, tetapi menjadi bentuk kontribusi dan pengabdian kepada institusi.
Dari niat tersebut kemudian tumbuh nilai ikhlas. Prof. Roqib menekankan bahwa bekerja dengan ikhlas berarti menghadirkan kesungguhan tanpa selalu menunggu penghargaan atau pengakuan. Ikhlas menjadikan seseorang mampu bekerja secara optimal karena menyadari bahwa setiap amanah memiliki nilai yang harus dipertanggungjawabkan.
Nilai berikutnya adalah taat, yaitu kesediaan untuk menjalankan aturan, prosedur, dan komitmen bersama. Dalam pengelolaan perguruan tinggi, ketaatan terhadap sistem dan standar mutu menjadi bagian penting dalam membangun lembaga yang terpercaya.
Prof. Roqib juga menempatkan cinta sebagai energi dalam bekerja. Menurut beliau, seseorang yang memiliki rasa cinta terhadap lembaga akan bekerja dengan hati, memiliki rasa tanggung jawab, dan berusaha memberikan yang terbaik bagi kemajuan institusi. Kecintaan inilah yang menjadikan pekerjaan tidak hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai panggilan pengabdian.
Selain nilai spiritual, Prof. Roqib menekankan pentingnya ilmu. Menurutnya, pekerjaan yang baik harus dibangun di atas pengetahuan dan kompetensi. Dalam konteks penyusunan borang akreditasi, pemahaman terhadap standar mutu dan kemampuan membaca perkembangan akademik menjadi kunci agar dokumen yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kualitas program studi.
Beliau juga mengingatkan bahwa perjalanan membangun lembaga membutuhkan tabah dan ikhtiar. Tidak semua proses berjalan mudah, tetapi tantangan harus dihadapi dengan kesabaran, ketekunan, dan usaha yang terus-menerus. Ikhtiar menjadi wujud kesungguhan manusia dalam berusaha, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Allah SWT.
Nilai kesederhanaan menjadi bagian lain yang ditekankan Prof. Roqib. Bagi beliau, kesederhanaan bukan berarti mengurangi kualitas, tetapi kemampuan untuk bekerja secara proporsional, efektif, dan penuh kebijaksanaan. Seseorang yang sederhana akan mampu mengelola amanah dengan baik tanpa kehilangan orientasi utama.
Puncak dari seluruh nilai tersebut adalah amal shalih. Prof. Roqib mengingatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik, cara yang benar, dan memberikan manfaat bagi orang lain dapat bernilai ibadah. Dengan demikian, pekerjaan akademik dan kelembagaan tidak hanya memiliki dimensi profesional, tetapi juga dimensi spiritual.
Pesan Prof. Roqib dalam workshop tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada capaian, tetapi juga pada karakter dan integritas. Melalui “Nita Cinta Ika”, beliau mengajak seluruh sivitas akademika Pascasarjana UIN Saizu untuk menghadirkan etos kerja yang profesional, penuh tanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Melalui keteladanan nilai integritas kerja yang disampaikan Prof. Roqib, Pascasarjana UIN Saizu terus bergerak membangun tradisi akademik yang unggul, berkarakter, dan berorientasi pada kemaslahatan umat serta kemajuan pendidikan Islam di masa depan.
