
Purwokerto — Direktur Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag., mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang cepat, dan responsif. Menurut beliau, pelayanan prima tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap nyata dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Roqib ketika memimpin rapat rutin Pascasarjana UIN Saizu pada Selasa, 11 Agustus 2026, pukul 08.30–11.00 WIB. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pejabat dan tenaga kependidikan di lingkungan Pascasarjana UIN Saizu.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam rapat adalah peningkatan kualitas pelayanan. Prof. Roqib mendorong seluruh unsur Pascasarjana agar terbiasa bekerja secara cepat dan tidak menunda pekerjaan yang sebenarnya dapat segera diselesaikan. Ketika suatu urusan dapat dituntaskan pada saat itu juga, menurut beliau, tidak ada alasan untuk menundanya hingga waktu berikutnya.
Budaya kerja cepat tersebut tidak hanya beliau sampaikan sebagai arahan, tetapi juga dipraktikkan dalam aktivitas keseharian. Prof. Roqib menceritakan bahwa beberapa kali beliau menerima permintaan tanda tangan digital melalui aplikasi dari Kepala Subbagian Pascasarjana pada malam hari, bahkan sekitar pukul 22.00 WIB. Selama tidak ada kendala, beliau berusaha segera memberikan persetujuan agar pekerjaan dapat langsung dilanjutkan.
Sikap tersebut memperlihatkan karakter kepemimpinan yang responsif dan sigap. Prinsip kerja “sat-set” bukan sekadar bekerja dengan cepat, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kelancaran pekerjaan orang lain. Bagi Prof. Roqib, sebuah tindakan sederhana yang segera dilakukan dapat memberi dampak besar terhadap penyelesaian suatu urusan.
Semangat yang sama juga beliau tekankan dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Seluruh pengelola Pascasarjana diharapkan mampu membantu dan memudahkan berbagai proses akademik maupun administrasi yang dijalani mahasiswa, dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Saya kalau membantu dengan uang itu sulit, tetapi kalau saya membantu dengan mengklik, memberikan tanda tangan digital, insya Allah itu mudah,” ujar Prof. Roqib.

Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan beliau bahwa membantu orang lain tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar. Respons yang cepat, persetujuan yang segera diberikan, atau tanda tangan yang tidak ditunda dapat menjadi bentuk pelayanan sederhana yang sangat berarti bagi mahasiswa maupun rekan kerja.
Melalui keteladanan tersebut, Prof. Roqib ingin menumbuhkan kesadaran bahwa budaya pelayanan harus dimulai dari pimpinan dan kemudian menjadi kebiasaan seluruh unsur kelembagaan. Beliau mengajak pejabat dan tenaga kependidikan Pascasarjana UIN Saizu untuk bekerja secara responsif, efektif, dan tidak membiarkan pekerjaan tertunda tanpa alasan yang jelas.
Karakter kerja cepat yang dicontohkan Prof. Roqib diharapkan menjadi keteladanan bagi seluruh unsur Pascasarjana UIN Saizu. Dengan memberikan contoh secara langsung, pelayanan prima tidak berhenti pada slogan atau standar administratif, tetapi berkembang menjadi budaya bersama: cepat merespons, mudah dalam melayani, dan tuntas dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
