Kembangkan Aplikasi Spiritual Care, Aris Fitriyani Menjadi Doktor ke-87 Pascasarjana UIN Saizu

 

Purwokerto, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto kembali menggelar ujian promosi doktor di lingkungan Pascasarjana. Pada Rabu, 14 Mei 2026, Aris Fitriyani menjalani ujian disertasi di Ruang Ujian Doktor Lantai 1 Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Ujian ini menjadi menjadi promosi doctor ke-87 yang yang diselenggarakan oleh Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto.

Disertasi yang dipresentasikan berjudul “Praktik Spiritual Care terhadap Pasien Paliatif dalam Pelayanan Kesehatan di Ruang Rawat Jalan Poli Saraf di RS dr. Goeteng Tarunadibrata Purbalingga”. Ujian dipimpin oleh tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag., Prof. Dr. H. Rohmat, M.Ag., M.Pd., Pro. Dr.Sc.Hum.Budi Aji, S.K.M., M.Sc., Dr. Novan Ardi Wiyani, M.Pd.I., Prof. Dr. H. Moh. Roqib, M.Ag., Dr. H. Atabik, M.Ag., Dr. Fahri Hidayat, M.Pd.I.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan yang semakin kuat terhadap penyediaan layanan spiritual care bagi pasien paliatif, khususnya di ruang rawat jalan Poli Saraf RS dr. Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Pasien paliatif merupakan pasien yang mengalami penyakit kronis, progresif, atau mengancam jiwa yang membutuhkan perawatan menyeluruh untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Penanganan terhadap pasien paliatif tidak hanya berfokus pada pengobatan fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Selama ini, pelayanan spiritual bagi pasien masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas, maupun akses layanan yang berkelanjutan. Padahal, pelayanan spiritual yang optimal diyakini memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis serta kepuasan pasien.

Melalui penelitian pengembangan (research and development), Aris Fitriyani mengembangkan aplikasi android spiritual care sebagai inovasi teknologi dalam mendukung praktik spiritual pasien paliatif secara mandiri dan berkelanjutan. Aplikasi tersebut dilengkapi berbagai fitur panduan ibadah berupa konten edukatif interaktif, seperti doa-doa, surat-surat pendek, zikir, kalimah tayyibah, murattal, kata-kata motivasi, hingga fasilitas pemantauan praktik spiritual secara mandiri dan media komunikasi antar pihak terkait.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan dinilai layak digunakan serta efektif meningkatkan kepuasan pasien paliatif. Dimensi empati dan responsiveness dalam pelayanan kesehatan disebut mengalami penguatan melalui pemanfaatan aplikasi tersebut. Kelompok pasien yang menggunakan aplikasi juga menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepuasan pelayanan dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan bahwa aplikasi spiritual care dapat menjadi solusi inovatif dalam menjawab keterbatasan pelayanan spiritual konvensional yang selama ini terikat ruang dan waktu.

Dalam disertasinya, Aris Fitriyani menyampaikan:

“Kontribusi keilmuan penelitian ini terletak pada pengembangan model pelayanan spiritual care berbasis teknologi digital yang terintegrasi, humanis, dan adaptif terhadap kebutuhan psikospiritual pasien paliatif. Penelitian ini memperkaya literatur keperawatan dan teknologi kesehatan dengan bukti empiris bahwa integrasi aplikasi dalam pelayanan spiritual berkorelasi positif dengan perbaikan pengalaman pasien dan kualitas mutu pelayanan kesehatan paliatif. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada sampel terbatas pasien paliatif, durasi evaluasi singkat, kendala akses teknologi, keterbatasan pendamping spiritual dengan terbatasnya tenaga perawat, serta kurangnya analisis perbedaan kebutuhan budaya dan kondisi, sehingga hasilnya perlu menjadi acuan untuk penelitian lanjutan.”

Dengan promosi doktor ini, Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto terus berkomitmen mendorong lahirnya riset-riset inovatif, transformatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui pengembangan keilmuan yang integratif antara agama, kesehatan, dan teknologi, Pascasarjana UIN Saizu membuka ruang kolaborasi akademik yang luas bagi para peneliti, praktisi, dan calon akademisi untuk bersama menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kemanusiaan dan pelayanan publik di era digital.