Grumbul Kalirajut Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid, Dorong Kemandirian Warga

Banyumas, Jawa Tengah – Masyarakat Grumbul Kalirajut, Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas, kini memiliki wadah baru untuk mengembangkan ekonomi produktif berbasis komunitas. Berkat inisiatif tim pengabdian masyarakat dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, dibentuklah Baitut-Tamwil, koperasi simpan-pinjam berbasis masjid, yang ditujukan untuk membantu warga, terutama ibu-ibu, meningkatkan usaha rumah tangga mereka.

Kegiatan pengabdian ini menyoroti kondisi warga yang mayoritas bekerja sebagai produsen makanan tradisional dan jajanan pasar di rumah masing-masing. Sebagai produsen skala kecil, mereka sering menghadapi kesulitan memperoleh modal tambahan karena bank menetapkan batas pinjaman yang terlalu tinggi. Akibatnya, warga terpaksa meminjam uang ke pihak individu dengan bunga tinggi, hingga 20 persen per bulan, yang menghambat pengembangan usaha.

Menurut Bani Syarif Maula, koordinator tim pengabdian, “Program ini bertujuan mendorong masyarakat untuk mandiri secara ekonomi melalui Baitut-Tamwil berbasis masjid. Dengan koperasi ini, warga tidak hanya terbebas dari praktik rentenir, tetapi juga belajar mengelola keuangan secara profesional sesuai prinsip ekonomi syariah.”

Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, masyarakat diberikan pelatihan manajerial untuk mengelola koperasi. “Kami membekali peserta dengan pengetahuan tentang konsep koperasi syariah, termasuk tata kelola, pembukuan, dan pembagian sisa hasil usaha,” jelas Muflihah, salah satu pendamping. Tahap kedua adalah pendirian Baitut-Tamwil yang berpusat di Masjid al-Inayah, tempat warga berkegiatan sehari-hari. Meski berbasis masjid, pengelolaan dana dilakukan secara terpisah dari kas masjid, sehingga menjadi murni milik anggota koperasi.

Selain koperasi, warga juga mengikuti pelatihan usaha, termasuk pengembangan keterampilan kerajinan tangan, seperti hiasan lamaran dan seserahan pengantin. Pelatihan ini difokuskan pada remaja putri lulusan SMA dan ibu-ibu, untuk membuka peluang usaha tambahan. “Pelatihan ini memberi keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan penghasilan keluarga,” ujar Vivi Ariyanti, pendamping lainnya.

Hasil awal pengabdian menunjukkan partisipasi tinggi dari masyarakat. Sebanyak 47 warga aktif mengikuti kegiatan, dengan tujuh orang ditunjuk sebagai pengurus Baitut-Tamwil. “Kami melihat antusiasme luar biasa dari warga, terutama perempuan. Mereka sangat termotivasi untuk mengembangkan usaha produktif berbasis komunitas,” kata Bani Syarif Maula.

Manfaat nyata dari pembentukan koperasi syariah ini adalah tersedianya modal usaha bagi anggota tanpa harus mengandalkan rentenir. Selain itu, sisa hasil usaha dari koperasi kembali kepada anggota, sehingga ekonomi lokal lebih berkeadilan. Pendampingan juga menekankan penguatan modal sosial, membangun jaringan antara warga, dan memanfaatkan potensi lokal agar kegiatan ekonomi berkelanjutan.

Program ini selaras dengan prinsip pemberdayaan masyarakat yang menempatkan warga sebagai subjek utama. Seperti yang diungkapkan Bani Syarif Maula, “Pemberdayaan ini bukan sekadar bantuan modal, tetapi juga pendidikan, motivasi, dan pendampingan agar masyarakat mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.”

Ke depan, tim pengabdian merencanakan pelatihan lanjutan mengenai manajemen koperasi profesional dan pembentukan badan hukum untuk Baitut-Tamwil. Harapannya, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Grumbul Kalirajut, tetapi juga menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis masjid di daerah lain.

Melalui program ini, masjid berperan ganda: sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sejalan dengan prinsip ekonomi syariah dan nilai-nilai kemasyarakatan, Baitut-Tamwil di Grumbul Kalirajut diharapkan menjadi tonggak kemajuan ekonomi lokal yang mandiri, adil, dan berkelanjutan.