Dosen UIN Saizu Pimpin Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga di Desa Patikraja Melalui Kelompok Wanita Tani

Patikraja, Banyumas – Upaya pemberdayaan ibu rumah tangga di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Banyumas, mendapatkan momentum baru berkat inisiatif dosen UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN Saizu), Prof. Kholid Mawardi. Melalui program Kelompok Wanita Tani (KWT) Patikraja, ibu-ibu rumah tangga didorong untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan meningkatkan keterampilan pertanian mereka guna menunjang perekonomian keluarga.

Program pemberdayaan ini menargetkan pemberian pelatihan dan pembinaan bagi perempuan di sektor pertanian, yang selama ini sering dianggap sebagai ranah laki-laki. Menurut Prof. Kholid Mawardi, “Setiap potensi yang dimiliki masyarakat, baik sumber daya manusia maupun alam, harus diberdayakan secara maksimal. KWT ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ibu rumah tangga di Desa Patikraja.”

Kegiatan yang berlangsung mulai 25 Juli hingga 30 Agustus 2022 ini melibatkan kolaborasi antara tim KKN mahasiswa UIN Saizu, Pemerintah Desa Patikraja, dan Tim Penggerak PKK. Tahapan pelaksanaan mencakup analisis situasi masyarakat, identifikasi masalah, penentuan tujuan kerja, rencana pemecahan masalah, pendekatan sosial, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi program.

Sebelum pelaksanaan, tim pengabdian melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi potensi pertanian yang belum termanfaatkan secara optimal. Desa Patikraja diketahui memiliki lahan pertanian yang luas dan subur, namun sebelumnya partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian masih rendah. “Melalui KWT, ibu-ibu diberikan pengetahuan dan praktik nyata dalam mengelola lahan pertanian, dari penanaman hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai jual,” jelas Ambar Setia Wati, salah satu tim pengabdian.

Program KWT Patikraja menekankan pendekatan partisipatif, dengan menyusun visi dan misi baru, merombak struktur kepengurusan, serta menetapkan program kerja harian dan mingguan. Kegiatan inti termasuk bersih lahan, penanaman tanaman pangan dan obat-obatan, panen, serta pengolahan hasil pertanian. Produk hasil olahan, seperti makanan ringan dan snack berbahan singkong dan ubi, kini dipasarkan melalui toko lokal maupun event kuliner tingkat kecamatan.

“Dengan adanya struktur organisasi yang jelas dan program kerja yang terencana, KWT Patikraja tidak hanya menjadi kelompok formal semata, tetapi benar-benar aktif dan berdaya,” tambah Astafil Khaq, tim pengabdian. Program ini mendorong partisipasi perempuan secara tinggi, di mana banyak anggota aktif mengikuti kegiatan rutin dan mengelola lahan bersama.

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antar anggota. Program arisan dan kumpul bersama dilakukan secara rutin untuk membangun solidaritas. Hasil evaluasi akhir menunjukkan peningkatan pendapatan dan kemandirian ibu rumah tangga, serta pengelolaan sumber daya alam yang lebih efektif.

Prof. Kholid Mawardi menegaskan, “Keberhasilan KWT Patikraja menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian bukan hanya mungkin, tetapi juga strategis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat desa secara keseluruhan.”

Langkah ke depan, tim pengabdian dan pemerintah desa berencana mengembangkan kapasitas KWT Patikraja dengan pelatihan lanjutan, dukungan teknologi pertanian, dan strategi pemasaran modern. Dengan pendekatan ini, ibu rumah tangga di Desa Patikraja diharapkan dapat terus berinovasi, mengoptimalkan potensi lokal, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi desa.