Rekor! Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto Luluskan Doktor Tertua dan Doktor Termuda

Promosi Doktor Hasan Makarim

Purwokerto, Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto kembali mempromosikan doktor studi Islam pada Kamis, 17 Juli 2025. Pada hari tersebut, Pascasarjana menggelar ujian terbuka untuk mempromosikan dua doktor baru, yaitu Dr. Hasan Makarim dan Dr. Aldi Prasetyo. Keduanya merupakan doktor ke 72 dan 73. Ujian pertama dilaksanakan pada pukul 09.00-11.00 sementara ujian kedua dilaksanakan pukul 13.00-15.00.

Uniknya, sidang promosi doktor di hari tersebut menyuguhkan fakta menarik. Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto meluluskan dua doktor dengan usia tertua dan usia termuda. Dr. Hasan Makarim berusia 66 tahun sementara Dr. Aldi Prasetyo berusia 29 tahun. Ini merupakan usia tertua dan terpuda sejauh Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto mempromosikan doktor.

Dr. Hasan Makarim mempertahankan disertasi berjudul Perilaku Keberagamaan Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas 2A Kembang kuning Nusakambangan Cilacap Perspektif Psikologi Agama di hadapan delapan penguji, yaitu Prof. Dr. Ridwan, Prof. Dr. Khusnul Khotimah, Prof. Dr. Abdul Basith, Prof. Dr. Kholid Mawardi, Prof. Dr. Hibnu Nugroho, Prof. Dr. Sulkhan Chakim, Prof. Dr. Moh. Roqib, dan Dr. Alief Budiyono.

Dr. Hasan mencoba melakukan refleksi teoritis atas apa yang selama ini pemandangannya sehari-hari. Hasan merupakan seorang rohaniawan di Lapas Nusakambangan. Ia menjadikan pemandangan-pemandangan kesehariannya menjadi aktivitas ilmiah guna merumuskan teori baru berbasis Psikologi Agama mengenai praktik keberagamaan.

Prof. Dr. Abdul Basith selaku promotor dan penguji berpesan “Anda jangan berhenti di disertasi. Masyarakat membutuhkan panduan-panduan mengenai bagaimana melakukan pembinaan dan dakwah di lapas berdasarkan pengalaman anda.”

Promosi Doktor Aldi Prasetyo

Adapun Dr. Aldi Prasetyo mempertahankan disertasi berjudul Pembelajaran Konstruktivistik Berbasis Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah di LP Ma’arif Kabupaten Banyumas di hadapan delapan penguji, yaitu Prof. Dr. Ridwan, Dr. Novan Ardi Wiyani, Prof. Dr. Fauzi. Prof. Dr. Rohmad., Prof. Dr. Mukti Amini, Dr. Siswadi, Dr. Maria Ulpah, dan Dr. Mutijah.

Dr. Aldi melakukan penelitian berbasis Research and Development (RnD) guna menemukan Pembelajaran Konstruktivistik yang efektif. Ia mengajukan gagasan mengenai signifikansi keberadaan tutor sebaya dalam meningkatkan keterampilan literasi numerasi. Untuk itu, ia melakukan penelitian di madrasah-madrasah ibdidaiyah di bawah LP Ma’arif Banyumas. Dr. Aldi  “Siswa memerlukan jembatan komunikasi memungkinkannya untuk bertanya. Dalam hal ini yang memungkinkan adalah teman sebayanya.” Aldi telah menghasilkan produk yang ia namai Model Pembelajaran Peer Construct Learning (PCR).

Dr. Mukti Amini selaku penguji eksternal mengapresiasi produk yang dihasilkan oleh Dr. Aldi yang mana ia namai sebagai Model Pembelajaran Peer Construct Learning (PCR).