Pascasarjana  UIN Saizu Promosikan Disertasi tentang Spiritualitas Religius Kiai Muntaha Wonosobo

PURWOKERTO— Pascasarjana Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan ujian promosi doktor atas nama Sofan Rizqi pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto.
Dalam ujian terbuka tersebut, Sofan Rizqi mempertahankan disertasi berjudul “Spiritual Religius Kiai Muntaha dalam Mendidik Santri.” Disertasi ini mengkaji konsep, implementasi, dan dampak spiritualitas religius KH Muntaha Al-Hafidz, Pendiri PP Al-Asy’ariyah Wonosobo dalam proses pendidikan santri di lingkungan pesantren.
Ujian promosi doktor tersebut melibatkan sejumlah akademisi sebagai dewan penguji, yaitu Prof. Dr. Sunhaji, Dr. Atabik, Prof. Dr. Abdurrahman Mas’ud, Prof. Dr. Moh. Roqib, Prof. Dr. Suwito, Dr. M. Misbah, Prof. Dr. Munjin, dan Prof. Dr. Rohmat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas religius yang diyakini dan dijalankan oleh KH Muntaha Al-Hafidz bukan sekadar konsep abstrak, melainkan telah menjadi gaya hidup yang menyatu dengan seluruh proses pendidikan pesantren. Sebagai ulama asal Wonosobo yang dikenal dengan julukan “Maestro Al-Qur’an Indonesia,” spiritualitas KH Muntaha memiliki fondasi yang kuat pada nilai-nilai Al-Qur’an.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa nilai-nilai spiritualitas KH Muntaha tidak diimplementasikan melalui kurikulum kelas yang kaku. Pendidikan dilakukan melalui pendekatan yang organik, keteladanan, pembiasaan, dan hubungan batiniah antara kiai dan santri.
Pendekatan tersebut menyentuh dimensi ruhani santri sehingga ilmu pengetahuan tidak hanya dipahami secara intelektual, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan. Dengan demikian, proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi diarahkan pada pembentukan kesadaran, kedalaman spiritual, dan kematangan kepribadian santri.
Pola pendidikan berbasis spiritualitas religius yang diterapkan KH Muntaha juga memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan karakter, moral, dan ketahanan mental santri. Pendidikan tersebut turut mendorong lahirnya pribadi-pribadi profesional yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya ilmu pengetahuan, pendidikan, pengabdian, dan tanggung jawab sosial.
“Beliau menggunakan metode yang menyentuh aspek ruhani (jiwa) santri agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di otak, tapi meresap ke hati. Pola pendidikan berbasis spiritualitas religius yang diterapkan oleh KH. Muntaha al-Hafiz memiliki dampak signifikan, terutama dalam pengembangan karakter, moral, dan ketahanan mental santri, serta mendorong lahirnya golongan profesional yang sadar akan pentingnya pendidikan.” Tegas Sofan.
Kajian ini memperlihatkan bahwa pesantren memiliki kekayaan model pendidikan yang relevan bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Integrasi antara ilmu pengetahuan, keteladanan, spiritualitas, dan pembentukan karakter menjadi kekuatan utama pendidikan pesantren dalam menghadapi perubahan sosial dan tantangan kehidupan modern.
Pelaksanaan ujian promosi doktor ini sekaligus menegaskan komitmen Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto dalam mengembangkan tradisi akademik yang kritis, religius, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pascasarjana UIN Saizu terus membuka ruang bagi lahirnya penelitian-penelitian berkualitas yang mengintegrasikan kedalaman keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan serta peradaban.
Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto merupakan pilihan strategis bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan magister dan doktor dalam lingkungan akademik yang unggul, religius, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan keilmuan serta kemaslahatan masyarakat. Bersama Pascasarjana UIN Saizu, pendidikan tinggi tidak hanya menjadi jalan meraih gelar akademik, tetapi juga ruang untuk memperkuat keilmuan, pengabdian, dan kontribusi bagi bangsa.