Dosen UIN SAIZU Dorong Profesionalitas Nazhir Wakaf di Palangka Raya

Palangka Raya – Prof. Bani Syarif Maula dari IAIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto memimpin kegiatan pengabdian masyarakat yang fokus meningkatkan profesionalitas Nazhir, pengelola wakaf, di Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Kegiatan ini diinisiasi melalui program pelatihan dan pendampingan yang menggabungkan workshop, diskusi, dan pendampingan teknis terkait pengelolaan dan pelaporan aset wakaf.

Dalam kegiatan ini, 100% dari 40 Nazhir peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari penguatan konsep wakaf, teknik pengembangan aset, hingga tata cara pelaporan ke Badan Wakaf Indonesia (BWI). Prof. Bani Syarif Maula menekankan pentingnya Nazhir memahami peran strategis mereka dalam mengelola wakaf agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat luas.

“Profesionalitas Nazhir menjadi kunci keberhasilan wakaf produktif. Dengan pengetahuan yang cukup dan keterampilan yang baik, Nazhir dapat mengelola wakaf secara transparan dan inovatif sehingga masyarakat lebih percaya untuk berwakaf,” jelas Prof. Bani Syarif Maula.

Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini berbasis Community-Based Research (CBR), yakni pendekatan partisipatif yang melibatkan Nazhir secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Para peserta diberikan materi praktis berupa pengelolaan wakaf tanah, wakaf uang, serta pelaporan aset wakaf melalui sesi interaktif dan diskusi kelompok. Selain itu, pihak terkait seperti BWI Kota Palangka Raya, KUA Jekan Raya, dan OJK turut berperan sebagai narasumber dan fasilitator dalam kegiatan ini.

Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai pengembangan wakaf dan pentingnya pelaporan aset. Seluruh peserta menyatakan tertarik untuk menerapkan pengetahuan baru mereka dalam pengelolaan wakaf sehari-hari, sehingga profesionalitas mereka meningkat. Evaluasi melalui kuesioner dan observasi lapangan juga menegaskan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, dan kreativitas Nazhir dalam pengelolaan wakaf.

Prof. Bani Syarif Maula menekankan bahwa pengembangan kapasitas Nazhir bukan hanya meningkatkan kinerja individu, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi umat. Wakaf yang dikelola secara profesional dapat menjadi instrumen sosial-ekonomi yang produktif, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan wakaf.

“Ini merupakan salah satu implementasi tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kami berharap program ini menjadi model untuk pengembangan profesionalitas Nazhir di wilayah lain,” tambah Prof. Bani Syarif Maula.

Kegiatan pengabdian ini juga memberikan sertifikat dan penghargaan bagi para peserta, sebagai motivasi untuk terus menerapkan praktik wakaf yang profesional. Prof. Bani Syarif Maula berharap, melalui program ini, kualitas pengelolaan wakaf di Jekan Raya akan meningkat dan menjadi teladan bagi wilayah lain di Kalimantan dan Indonesia.

Leave a Reply