Purwokerto – Pesantren Darussalam di Dukuhwaluh, Kembaran, Banyumas, kini menjadi sorotan setelah sukses mengembangkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang tidak hanya melayani santri, tetapi juga masyarakat umum. Inovasi ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan perilaku hidup bersih di lingkungan pondok.
Menurut penelitian Sugeng Riyadi dan Abdul Basit dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Poskestren Darussalam menunjukkan keberhasilan tinggi dalam pengelolaan kesehatan pesantren. Poskestren ini memiliki 25 kader yang terlatih, fasilitas medis lengkap seperti alat pengukur tekanan darah, gula darah, termometer, dan obat-obatan dasar, serta dukungan penuh dari pengurus pesantren, terutama kiai dan ustadz.
Program Poskestren tidak hanya bersifat promotif dan preventif, tetapi juga curatif dan rehabilitatif. Kegiatan promotif meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), serta peer counseling. Program preventif meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, pencegahan penyakit menular, dan kegiatan kebersihan lingkungan. Sementara curatif dan rehabilitatif termasuk penyediaan P3K, rujukan ke fasilitas kesehatan, serta pelatihan mental bagi santri.
Poskestren Darussalam juga memanfaatkan media informasi kesehatan modern, termasuk poster, pamflet digital, serta akun sosial media seperti Instagram dan YouTube untuk menyebarkan informasi kesehatan kepada santri dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat luas semakin diperkuat dengan pembukaan layanan publik setiap pagi, di mana warga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis.
Selain itu, Poskestren bekerja sama dengan Puskesmas Kembar I, yang memberikan pelatihan, bimbingan teknis, dan supervisi berkala. Hal ini memastikan keberlanjutan program sekaligus memperkuat kapasitas kader Poskestren dalam pengelolaan kesehatan santri. Pendanaan Poskestren bersumber dari berbagai pihak, termasuk pesantren sendiri, sumbangan masyarakat, sponsor, dan hasil kegiatan internal.
Keberhasilan Poskestren Darussalam juga tercermin dari pelaksanaan Self-Awareness Survey (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Pesantren (MMPD) yang membantu identifikasi masalah kesehatan serta potensi yang dimiliki santri dan warga. Meskipun ruang khusus Poskestren masih dalam tahap pembangunan, pencapaian dari aspek SDM, fasilitas, pendanaan, dan dukungan kiai membuat Poskestren Darussalam masuk kategori baik menurut indikator keberhasilan program.
Pesantren Darussalam sendiri dikenal sebagai gabungan metode salaf dan modern, dengan fasilitas lengkap seperti asrama putra-putri, perpustakaan, masjid, laboratorium, dan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Saat ini, jumlah santri mencapai 300 orang, terdiri dari 200 santri putri dan 100 santri putra.
Dengan keberhasilan Poskestren ini, Darussalam Purwokerto menjadi contoh bagi pesantren lain di Banyumas dan sekitarnya untuk membangun lingkungan sehat, mandiri, dan inovatif. Ke depan, pengembangan ruang khusus Poskestren dan pembentukan divisi khusus diharapkan semakin meningkatkan pelayanan kesehatan dan pemberdayaan santri.
