
Dr. Muh. Hanif berfoto bersama peserta dan akademisi dalam rangkaian KAICIE 2026.
Yogyakarta, 8 Oktober 2026 — Dr. Muh. Hanif, S.Ag., M.Ag., M.A., akademisi UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, meraih dua penghargaan, yakni Best Presenter dan Best Paper, dalam Kalijaga International Conference on Islamic Education (KAICIE) 2026. Konferensi internasional tersebut berlangsung pada 7–8 Oktober 2026 di Hotel Grand Rohan Yogyakarta.

Dr. Muh. Hanif, S.Ag., M.Ag., M.A., di lokasi penyelenggaraan KAICIE 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui presentasi dan paper berjudul “Negotiating the Hidden Curriculum in International Pesantren: Sociology of Educational Institutions in Glocal Models of Moral Formation and Global Competence.” Kajian ini membahas hubungan antara tata kelola pesantren internasional, pembentukan akhlak, dan pengembangan kompetensi global santri melalui perspektif sosiologi pendidikan.
KAICIE 2026 mengusung tema “Envisioning Islamic Education for a Sustainable Future: Bridging Faith, Technology, and Global Challenges.” Forum ini menjadi ruang pertemuan akademisi dan peneliti untuk membahas pendidikan Islam dalam menghadapi perubahan teknologi, kebutuhan keberlanjutan, serta tantangan global. Capaian Dr. Muh. Hanif memperkuat partisipasi akademis UIN Saizu dalam percakapan tersebut.

Dr. Muh. Hanif menyampaikan kajian tentang kurikulum tersembunyi di pesantren internasional.
Dalam presentasinya, Dr. Muh. Hanif menelaah hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi sebagai proses pendidikan yang berlangsung melalui rutinitas, keteladanan, relasi otoritas, penggunaan ruang, serta aturan kehidupan bersama. Di pesantren, proses ini terbentuk melalui interaksi di sekolah, asrama, tempat ibadah, dan lingkungan pergaulan santri. Pengalaman keseharian tersebut berperan dalam pembentukan kedisiplinan, akhlak, dan kemampuan berinteraksi lintas budaya.
Kajian tersebut mengintegrasikan perspektif kurikulum tersembunyi, konsep habitus dan modal budaya Pierre Bourdieu, serta pembentukan moral Islam. Dengan kerangka ini, internasionalisasi pesantren dipahami sebagai proses penerjemahan orientasi global ke dalam praktik pendidikan sehari-hari. Penggunaan bahasa asing, kurikulum internasional, dan jejaring lintas negara perlu didukung pendampingan yang memungkinkan santri berpartisipasi secara bermakna.
Melalui pendekatan kualitatif multikasus pada empat lokasi di Malang, Jombang, Yogyakarta, dan Sleman, penelitian ini membahas keragaman cara pesantren mempertemukan tradisi lokal, otoritas keagamaan, pembelajaran bahasa, dan orientasi global. Pembahasannya menyoroti ketegangan antara standardisasi dan pendampingan, tuntutan performa dan kepercayaan diri, serta kepatuhan dan kemandirian santri.
Sebagai kontribusi konseptual, paper tersebut menawarkan model Negotiated Glocal Hidden Curriculum. Model ini menjelaskan hubungan antara tata kelola institusi, praktik keseharian, pemaknaan dan hasil pendidikan, serta penyesuaian kelembagaan. Gagasan glocal menempatkan orientasi global dalam perjumpaan dengan nilai dan pengalaman lokal pesantren, sehingga pembentukan akhlak dan kompetensi global dapat dikembangkan secara saling berkaitan.
Pada tataran praktis, penelitian ini mengajukan pentingnya audit kurikulum tersembunyi, koordinasi guru dan pengasuh, dukungan pembelajaran bahasa, serta pemerataan akses terhadap pengalaman pendidikan global. Perhatian tersebut membantu institusi menilai kualitas internasionalisasi berdasarkan pengalaman belajar santri dan dukungan nyata yang mereka peroleh.
Selain capaian penghargaan, paper Hanif et al. tercantum pada nomor 1 Lampiran I Decision Letter KAICIE 2026, SK No. 147/01/10/2026, tertanggal 7 Oktober 2026. Dalam keputusan tersebut, paper ini dipilih untuk diproses pada Jurnal Pendidikan Agama Islam, yang dicantumkan sebagai jurnal mitra berindeks Scopus. Proses publikasinya tetap mengikuti persyaratan editorial, penelaahan sejawat, revisi, dan ketentuan jurnal tujuan.
Raihan Best Presenter dan Best Paper ini menjadi capaian akademis yang membanggakan bagi UIN Saizu. Prestasi tersebut sekaligus menguatkan semangat pengembangan riset pendidikan Islam yang berakar pada nilai keislaman dan responsif terhadap tantangan global. UIN Saizu terus membuka ruang bagi kontribusi keilmuan dosen untuk menjangkau forum internasional dan memperluas manfaat penelitian bagi masyarakat.
