
Purwokerto — Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan kekhasan akademiknya dalam mengembangkan riset yang mengintegrasikan ilmu keislaman dan sains melalui Ujian Promosi Doktor. Pada Rabu, 11 Februari 2026, promovenda Henny Sutikno mempertahankan disertasinya berjudul *“Pencegahan Stunting dalam Perspektif Islam”* dalam sidang terbuka yang berlangsung di Ruang Ujian Doktor pukul 09.00–11.00 WIB.
Sidang dipimpin oleh tim penguji yang terdiri atas akademisi lintas bidang: Prof. Dr. Ridwan, M.Ag.; Dr. Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I.; Prof. Dr. Hj. Naqiyah, M.Ag.; Dr. Dyah Umiyarni, SKM., M.Si.; Prof. Dr. Sunhaji, M.Ag.; Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag.; Dr. Nurfuadi, M.Pd.I.; dan Dr. Fahri Hidayat, M.Pd.I. Komposisi penguji ini menggambarkan pendekatan multidisipliner yang menjadi karakter riset di Pascasarjana UIN Saizu.
Dalam presentasinya, Henny memaparkan temuan utama penelitiannya secara komprehensif:
“Hasil penelitian 1. karakteristik umur dari ibu balita stunting di kabupaten Banyumas rata-rata di usia 27-41 tahun, mayoritas mereka berada pada usia reproduksi tua yang dapat mengalami kehamilan dengan resiko. Pekerjaan semua informan sebagai ibu rumah tangga (IRT). Tetapi, mereka tidak memanfaatkan waktu yang tersedia banyak untuk menuntut ilmu untuk perawatan anak secara Islam, tidak mencari informasi tentang pencegahan stunting. Karateristik pendidikan terakhir, sebagian besar SMP, sehingga cenderung-tidak patuh dalam melakukan Antenatal Care (ANC). 2. Pemerintah Kabupaten Banyumas meluncurkan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting cukup banyak berupa regulasi dan penanganan stunting. 3. Adapun perilaku ibu balita stunting di Kabupaten Banyumas, dilihat dari perspektif Islam sekalipun ibu balita stunting dari segi usia telah sesuai dengan UU perkawinan di Indonesia, akan tetapi, mereka tidak mempunyai pengetahuan yang cukup untuk menjadi ibu sehingga tidak dapat menyiapkan dan merawat anaknya dengan baik dan maksimal baik secara fisik, psikologis, maupun spiritual. Padahal Islam telah memberikan tuntunan untuk menyiapkan anak yang sehat dan berkualitas secara fisik, psikis, dan spiritual. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi dan pendampingan berkelanjutan terhadap pengembangan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Banyumas melalui edukasi oleh tenaga lapangan dengan tambahan melibatkan penyuluh agama, penguatan koordinasi lintas program-lintas sektoral dan stake holder lainnya.”
Secara substantif, penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata terkait kecukupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan biologis, tingkat pendidikan, literasi kesehatan, serta pemahaman keagamaan ibu. Usia reproduksi yang relatif matang, rendahnya kepatuhan terhadap pemeriksaan kehamilan, serta minimnya pemanfaatan waktu untuk belajar pengasuhan Islami menjadi faktor yang saling berkaitan.
Di sisi lain, temuan bahwa pemerintah daerah telah memiliki banyak program dan regulasi mengindikasikan bahwa tantangan utama terletak pada efektivitas implementasi, koordinasi antarinstansi, dan pendampingan berkelanjutan di tingkat masyarakat. Hal ini menegaskan perlunya sinergi antara pendekatan kesehatan modern dan strategi berbasis nilai-nilai keislaman.
Dari perspektif Islam, penelitian ini menyoroti bahwa kepatuhan terhadap aturan formal negara belum otomatis menjamin kesiapan menjadi orang tua. Padahal, ajaran Islam sebenarnya telah menyediakan panduan komprehensif mengenai pengasuhan, kesehatan, dan pembentukan karakter anak yang seimbang secara jasmani, mental, dan spiritual.
Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya keterlibatan penyuluh agama bersama tenaga kesehatan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pendampingan yang berkelanjutan agar program pencegahan stunting lebih efektif dan berkelanjutan.
Disertasi ini semakin memperkuat posisi Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto sebagai lembaga yang tidak hanya mengkaji Islam secara normatif, tetapi juga mengintegrasikannya dengan ilmu pengetahuan modern untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Ke depan, Pascasarjana UIN Saizu berkomitmen terus mendorong riset-riset integratif yang relevan, aplikatif, dan berdampak sosial, menjadikan integrasi Islam dan sains sebagai keunggulan akademik yang khas dan berdaya saing.
