Purwokerto — Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (MKPI) Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menggelar Simulasi Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, pukul 08.30–12.00 WIB, sebagai bagian dari langkah strategis dalam mempersiapkan diri meraih predikat akreditasi unggul. Saat ini, Prodi MKPI masih berstatus terakreditasi B, sehingga berbagai upaya penguatan terus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Simulasi ini menjadi ajang evaluasi menyeluruh untuk memastikan kesiapan program studi, baik dari sisi substansi dokumen maupun aspek teknis pelaksanaan asesmen lapangan. Dengan menghadirkan tim internal yang kompeten, kegiatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi kekuatan sekaligus menyempurnakan berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.
Dalam laporan kesiapan substantif, Prof. Dr. Khusnul Khatimah menyampaikan bahwa secara umum dokumen-dokumen akreditasi telah disusun dengan baik dan siap untuk ditampilkan kepada asesor. Ia menegaskan bahwa tim telah bekerja maksimal dalam menyiapkan borang yang tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga mencerminkan kualitas akademik Prodi MKPI secara utuh. Meski demikian, beberapa bagian masih terus disempurnakan agar semakin kuat dari sisi data dukung dan narasi akademik.
Selanjutnya, laporan teknis yang disampaikan oleh Kasubag TU menunjukkan bahwa seluruh aspek pendukung pelaksanaan asesmen telah dipersiapkan secara matang. Mulai dari mekanisme penjemputan asesor, kesiapan akomodasi dan penginapan, hingga penataan ruang dan fasilitas pendukung lainnya telah dirancang dengan detail. Hal ini menjadi bukti bahwa Pascasarjana UIN Saizu tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga dalam tata kelola kelembagaan yang profesional dan responsif.
Dalam sambutan yang mewakili Direktur Pascasarjana, Wakil Direktur Dr. Atabik, M.Ag. memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim penyusun borang yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa. Ia menilai bahwa kerja keras yang dilakukan, bahkan hingga lembur, merupakan cerminan semangat kolektif dalam membangun kualitas institusi.
“Terima kasih kepada Prof. Husnul dan kru yang telah berusaha luar biasa. Yang sampai lembur-lembur. Dari sisi usaha sudah pantas unggul, belum dari sisi data dukung. Saya harap teman-teman turut mendoakan agar kita memperoleh akreditasi unggul,” ungkapnya.
Kegiatan simulasi kemudian dilanjutkan dengan sesi reviu borang yang dipandu oleh Nur Anisa Setianingrum, M.E., dari tim Lembaga Penjamin Mutu. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa secara umum dokumen yang disiapkan telah menunjukkan kualitas yang sangat baik dan memiliki peluang besar untuk meraih predikat unggul. Ia mencontohkan kekuatan Prodi MKPI dari sisi sumber daya manusia, di mana sebagian besar dosen telah berkualifikasi profesor dan lektor kepala, sebuah capaian yang sangat mendukung peningkatan mutu akademik.
Namun demikian, ia juga memberikan sejumlah catatan penting sebagai bahan penyempurnaan, khususnya pada aspek pendidikan dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Menurutnya, penguatan pada bagian tersebut akan semakin memperkokoh posisi Prodi MKPI dalam menghadapi asesmen lapangan yang sesungguhnya.

Simulasi AL ini tidak hanya menjadi forum evaluasi teknis, tetapi juga ruang konsolidasi dan penguatan komitmen bersama seluruh sivitas akademika. Semangat kolaborasi yang terbangun selama proses persiapan menjadi modal penting dalam mewujudkan visi besar Pascasarjana UIN Saizu sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Dengan berbagai capaian dan kesiapan yang telah ditunjukkan, Prodi MKPI UIN Saizu optimis mampu meningkatkan status akreditasinya dari B menuju unggul. Upaya ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa UIN Saizu terus bergerak maju, menghadirkan pendidikan berkualitas, serta berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana UIN Saizu kembali menegaskan eksistensinya sebagai pusat keunggulan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar, tetapi juga pada penciptaan kualitas yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
