Pascasarjana UIN Saizu Promosikan Doktor ke-80: Angkat Disertasi tentang Nilai-Nilai Keghazalian dalam Kurikulum MBKM

Purwokerto, 1 Desember 2025 — Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menunjukkan kiprahnya sebagai pusat kajian keilmuan Islam dan pendidikan tinggi dengan menyelenggarakan ujian terbuka promosi doktor bagi A. Adibudin Alhalim pada Senin (1/12/2025).

Sidang terbuka tersebut digelar di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto pada pukul 09.00–11.30 WIB, di bawah koordinasi Pascasarjana yang selama ini konsisten melahirkan para doktor yang mampu memadukan dimensi keilmuan, nilai, dan keislaman.

Pada ujian itu, A. Adibudin Alhalim memaparkan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul: “Internalisasi Nilai-nilai Keghozalian dalam Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) Cilacap.”

Dalam penelitiannya, ia menelaah secara mendalam proses internalisasi nilai-nilai Keghazalian dalam pelaksanaan kurikulum MBKM di UNUGHA Cilacap. Nilai-nilai yang diangkat antara lain: ikhlas, tawadhu’, sabar, subhan, professional volunteer, ibadah, an-na’fu li ghoir, toleransi, ma’rifatul nafs, tanggung jawab, dan bai’at. Rumusan masalah dan tujuan penelitian difokuskan pada bagaimana nilai-nilai tersebut diintegrasikan dalam perkuliahan melalui direct learning dan indirect learning, serta melalui berbagai kegiatan dan pembiasaan mahasiswa.

Dari hasil kajiannya, ia menemukan unsur kebaruan terkait cara menghidupkan kembali pemikiran Islam klasik ala al-Ghazali dalam konteks pendidikan tinggi modern, khususnya dalam kerangka kurikulum MBKM. Ia menjelaskan “Hasil penelitian (menunjukan bahwa) UNUGHA Cilacap menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan transendental berbasis tasawuf Al-Ghazali dalam kurikulum MBKM. Pendekatan integratif-transformatiif ini melahirkan pendidikan karakter Islam yang holistik, kontekstual, dan aplikatif. Temuan ini relevan dengan teori Dewey, Piedmont, dan Lickona, serta membentuk lulusan yang unggul intelektual, berakhlak mulia, dan memiliki kedalaman spiritual.”

Komitmen Pascasarjana UIN Saizu
Penyelenggaraan ujian terbuka ini kembali menegaskan komitmen Pascasarjana UIN Saizu dalam menjaga mutu akademik. Proses pembinaan kandidat doktor dilakukan secara berjenjang, mulai dari bimbingan intensif, seminar proposal, ujian tertutup, hingga tahap akhir berupa ujian terbuka promosi doktor. Pascasarjana juga berfungsi sebagai forum ilmiah yang mempertemukan para pakar lintas disiplin untuk menguji, mengkritisi, dan memperkaya karya ilmiah para promovendus.

Ujian Terbuka dan Tim Penguji
Ujian berlangsung dalam suasana akademik yang serius, kritis, namun tetap dialogis. Pascasarjana UIN Saizu menghadirkan tim penguji yang terdiri dari para akademisi senior, yakni: Prof. Dr. Ridwan, Prof. Dr. Rohmat, Prof. Dr. Suwito, Dr. Umi Zulfa, Prof. Dr. Munjin,  Dr. Nur Fuadi, Dr. Novan Ardi Wiyani dan Prof. Dr. Asdlori

Para penguji memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terhadap disertasi, baik dari sisi kerangka teoretik, pendekatan metodologis, maupun implikasi praktisnya bagi pengembangan kurikulum di perguruan tinggi, khususnya di Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) Cilacap.

Kontribusi Keilmuan
Melalui disertasi ini, Pascasarjana UIN Saizu turut mendorong lahirnya model pengembangan kurikulum yang tidak hanya menonjolkan kompetensi dan kemandirian belajar sebagaimana semangat MBKM, tetapi juga menegaskan pentingnya landasan nilai sebagai roh pendidikan. Nilai-nilai Keghazalian yang bersumber dari pemikiran Imam al-Ghazali didorong menjadi jiwa dalam konteks penerapan MBKM, sehingga perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki kedalaman spiritual.

Dengan terselenggaranya ujian terbuka ini, Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto kembali mengukuhkan peran strategisnya dalam melahirkan doktor-doktor baru yang diharapkan berkontribusi pada pengembangan keilmuan Islam, penguatan mutu pendidikan tinggi, dan pembentukan karakter generasi muda Indonesia.