
Purwokerto, 20 Januari 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN Saizu) kembali menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) untuk menyusun program kerja tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.30 WIB di ruang PPs 13, dihadiri oleh pimpinan, kepala program studi (kaprodi), sekretaris program studi (sekprodi), serta tenaga kependidikan yang memiliki peranan penting dalam pengembangan pendidikan Pascasarjana di UIN Saizu. FGD ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis guna memperkuat kualitas dan kapabilitas Pascasarjana dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi di masa depan.
Acara ini dipimpin oleh Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag., Direktur Pascasarjana UIN Saizu, yang memimpin diskusi dengan penuh semangat dan antusiasme. Dalam pemaparannya, Prof. Roqib menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak di lingkungan Pascasarjana untuk mencapai Perkin (perjanjian kinerja) yang telah disepakati oleh Direktur dengan Rektor.
Pada kesempatan ini, FGD menghadirkan Dr. Zuri Pamuji, Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN Saizu, sebagai narasumber. Dr. Zuri memberikan wawasan yang sangat berharga tentang perlunya pendekatan yang lebih holistik dan berorientasi pada tujuan dalam pengelolaan pendidikan Pascasarjana. Menurutnya, Perkin Direktur harus dijadikan pedoman dalam penilaian SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) bagi kaprodi, sekprodi, dosen, dan tenaga kependidikan. Dr. Zuri menjelaskan, “Pencapaian pada turunan Perkin akan menjadi acuan dalam penilaian SKP apakah dinilai baik atau sangat baik.”
Salah satu topik utama yang dibahas dalam FGD ini adalah keunggulan yang membedakan Pascasarjana UIN Saizu. Prof. Roqib menegaskan bahwa visi Pascasarjana adalah untuk mengembangkan kajian budaya Nusantara, khususnya budaya Penginyongan. Menurutnya, menjadikan budaya Penginyongan sebagai objek kajian akan menjadi ciri khas yang unik bagi Pascasarjana UIN Saizu, yang tidak dimiliki oleh universitas lain. Terkait hal tersebut, beliau berharap budaya Penginyongan dan Nusantara dapat terus hidup dalam lingkungan Pascasarjana. Sebagai contoh, Prof. Roqib menyarankan agar nama-nama ruang di Pascasarjana ditulis menggunakan aksara Arab Jawi, yang akan menjadi identitas khas Pascasarjana UIN Saizu.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang selalu berinovasi, Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto siap menghadapi tantangan global dalam pendidikan tinggi dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama dalam setiap program yang diselenggarakan. Melalui FGD ini, Pascasarjana UIN Saizu menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan menjadi pelopor pendidikan berkualitas yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus digelorakan, Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto akan terus mencatatkan sejarah gemilang bersama mahasiswa S-2 dan S-3, serta menjadi tempat yang inspiratif dalam meraih kesuksesan akademik di kampus yang tercinta ini.
