
Prodi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto menggelar Workshop Reviu Borang Akreditasi sebagai langkah strategis dalam memperkuat mutu akademik sekaligus mempersiapkan proses reakreditasi program studi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang PPS 13 Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto pada pukul 08.30–15.30 WIB dan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas pengelola program studi, mahasiswa, serta tim penyusun borang.
Kegiatan workshop diawali dengan pembukaan oleh Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto. Dalam sambutannya, Direktur menegaskan bahwa reviu borang merupakan tahap penting untuk memastikan dokumen akreditasi benar-benar merepresentasikan kinerja, capaian, dan kualitas program studi secara objektif dan terukur.
Direktur Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. Moh. Roqib, M.Ag., secara khusus menekankan pentingnya keterlibatan pihak lain dalam proses reviu dokumen akreditasi. Menurutnya, sudut pandang eksternal sangat diperlukan untuk menilai kejelasan dan kelengkapan borang. Ia menyampaikan, “Borang ini perlu direviu oleh orang lain (selain penulis). Mungkin penulis jika membaca ulang, ia akan paham apa yang ia tulis. Tetapi, jika yang membaca orang lain, orang lain mungkin merasa belum paham, belum lengkap, dan seterusnya. Jadi, reviu eksternal dalah keniscayaan.”
Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman materi yang dimoderatori oleh Dr. Akhmad Sulaiman. Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. A. Adibuddin Alhalim, M.Pd.I. dan Dr. Umi Zulfa, M.Pd. Dalam paparannya, Dr. Adibuddin menguraikan secara rinci aspek-aspek yang harus dipenuhi dalam setiap kriteria akreditasi. Ia menegaskan bahwa penguatan borang tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh. “Strategi penguatan boring meliputi narasi reflektif an analitis, data konsisten dan valid, eviden pendukung kuat, dan benchmarking dan PPEPP,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Umi Zulfa menekankan pentingnya keterpaduan antar bagian dalam dokumen akreditasi. Ia menyampaikan bahwa penilaian akreditasi tidak hanya berfokus pada kelengkapan data, tetapi juga pada kesesuaian dan kekuatan klaim yang diajukan. Ia menegaskan, “Hal-hal yang harus ditekankan adalah harus adanya persesuian antara narasi, analisis, dan eviden; harus adanya sinkronisasi antar kriteria, keterpenuhan syarat perlu, dan kelayakan klaim keunggulan.”
Melalui pelaksanaan workshop reviu borang ini, Prodi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto berupaya memastikan bahwa seluruh dokumen akreditasi disusun secara cermat, sistematis, dan mencerminkan keunggulan akademik program studi. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bersama untuk memperkuat budaya mutu, kerja kolektif, serta keterbukaan terhadap masukan konstruktif.
Dengan dukungan pimpinan, kehadiran narasumber yang kompeten, serta partisipasi aktif sivitas akademika, Prodi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto terus mengokohkan diri sebagai program doktoral yang berorientasi pada mutu, keunggulan riset, dan daya saing global. Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto semakin menegaskan perannya sebagai pusat rujukan studi lanjut keislaman yang integratif, adaptif, dan terpercaya di tingkat nasional maupun internasional.
